Peralatan para Hacker


Hacker selalu menggunakan beberapa peralatan dalam beraksi, peralatan itu digunakan untuk memperlancar misinya dan juga menjaga agar tidak terdeteksi oleh sistem keamanan korbannya. peralatannya bisa sejenis software maupun hardware, tetapi pada artikel ini kami hanya jelaskan peralatan para hacker berupa software. Cara menjadi hacker mungkin bisa Anda dapatkan dari artikel ini, selamat membaca!!!
1. Trojan
Trojan merupakan perangkat lunak yang berbahaya, sama bahayannya dengan virus maupun worm, hacker menggunakan trojan sebagai pengintai dan merupakan senjata kesukaan mereka, dengan menggunakan trojan Hacker hanya perlu menunggu hingga komputer korban terinfeksi trojan miliknya dan dengan begitu beberapa bagian komputer korban bisa ia permainkan.
Beberapa Trojan yang bisa Anda gunakan untuk menjadi seorang hacker
a. Back Office
Trojan ini masuk kedalam kategori Trojan Remote Access dan banyak digunakan karena mudah digunakannya.
b. Key Logger
Trojan ini akan mengintai ketikan tombol pada komputer korban, dengan trojan ini setiap tombol di keyboard yang ditekan akan dicatat dan bisa dikirimkan ke alamat E-Mail pengintai (Hacker), walaupun beberapa orang IT menyebutnya sebagai trojan sederhana tetapi sebenarnya trojan ini masih diminati para hacker pemula, Key Logger bisa Anda cari di situs Google dan jika dapat nikmati kehidupan sebagai Hacker
c. Detection Killer
Trojan ini digunakan untuk melumpuhkan software pendeteksi trojan, virus dan worm. dengan trojan ini hacker akan bisa melumpuhkan software keamanan yang dimiliki korbannya dan jika berhasil dia mungkin akan menggunakan trojan lain sebagai pelengkap sebagai serangan. Jika diceritakan ini seperti metode merampok bank, sang pencuri sabagai detection killer masuk secara diam2 kedalam bank dan mematikan semua sistem keamanan yang ada, jika sudah datanglah perampok sebagai trojan pelengkap menyerbu masuk kedalam bank secara terang terangan dan mengambil uang dan mungkin nyawa.
d. Trojan pengirim password
Trojan ini akan mengambil data yang dimiliki oleh korban dan kemudian menyampaikannya kepada sipengintai (Hacker)
e. Trojan penghancur
Trojan ini sangat sederhana dan mungkin para programer muda bisa membuatnya, trojan ini akan menghapus file yang ada dikomputer korban.
2. Port Scanner
Port Scanner adalah software yang handal untuk melakukan scanning pada port yang aktif pada komputer korban. Dengan port scanner hacker bisa mandapatkan port dan IP address komputer korban, dan jika sudah begitu komputer korban tidak bisa lari kemana-mana dari permainan yang dilakukan oleh Hacker

3. Joiner
Joiner juga termasuk tool cantik bagi Hacker, dengan Joiner hacker bisa menggabungkan antara file murni dengan trojan yang dimilikinya sehingga ketika korban mengeksekusi file tersebut maka dia juga telah mengaktifkan trojannya si Hacker

Hacker 15 Tahun Menembus 259 Perusahaan


Polisi Austria telah menahan seorang murid berusia 15 tahun sebagai tersangka ‘hacker’ 259 perusahaan dalam waktu 3 bulan. Pihak berwajib mengatakan tersangka memanfaatkan kerapuhan Internet dan menanam bug pada website dan database yang bisa dia ekploitasi. Anak ini diduga mencuri data dan mempublikasikannya ke khalayak setelah menembus infrastruktur keamanan dari 259 perusahaan. Dia juga merusak website perusahaan dan memajang hasil pencapaiannya itu di Twitter, dimana dia memposting tautan hasil kejahatannya.
Perusahan perusahaan tersebut diserang sekitar bulan Januari 2012 dan Maret 2012, dan tidak hanya perusahaan Austria. Dia tidak terlihat mengincar target spesisifik semua perusahaan mulai dari perusahaan olahraga, pariwisata, hingga hiburan dewasa, hingga layanan pencari diserangnya.
Anak muda ini mengaku bersalah, dia mengatakan bahwa dia merasa bosan dan ingin membuktikan dirinya. Dia digambarkan sebagai seorang anti sosial, dan mencari jati diri serta pengakuan di dunia maya.
Setelah menemukan forum hacker  yang memberi anggotanya poin untuk setiap serangan yang berhasil, anak ini mulai bekerja. Tiga bulan kemudian, Anak 15 tahun ini berada didaftar 50 hacker top dari sekitar 2000 pengguna yang terdaftar dalam forum.
Anak muda ini menggunakan bermacam ‘Hack Tools’ yang tersedia luas di internet, termasuk software yang membantu dia agar tidak dikenal. Dia meninggalkan pesan ditiap sistem yang dia hacked, atau memberi tanda nama hacker ACK!3STX.
Akhirnya, bagaimanapun, software si ACK!3STX yang membuatnya tidak dikenal mengalami kerusakan dan IP address terlihat oleh BMI C4 (polisi cyber Austria). C4 telah banyak menerima laporan dari berbagai perusahaan mulai dari awal tahun, jadi mereka sudah mulai memonitor si peretas. Pada akhir bulan lalu, unit ini berhasil melacak lokasi kediamannya di Lower, Austria, dan menggeledah rumahnya.
Pihak berwajib mengatakan mereka tidak bisa memberi detail kerusakan yang disebabkan oleh ACK!3STX, karena investigasi masih berlangsung. Europol masih berusaha mendata penyerangan ini baik yang terjadi secara lokal dan luar negeri. (zdnet.com)
http://alkode.net

FBI Menangkap 24 Hacker di Berbagai Negara


Untuk melakukan aksi besar-besaran hingga lintas negara itu, FBI membuat skenario dengan berpura-pura sebagai hacker di forum internet bernama Carder Profit ini melacak orang-orang yang membeli dan menjual informasi kartu kredit ke sebuah situs internet yang dikelola FBI selama dua tahun oleh agen-agen FBI yang menyamar di seluruh dunia.
Di forum tersebut, FBI menyaksikan sepak terjang para hacker, termasuk mengintai metode yang mereka pakai untuk menyusup ke dalam tembok keamanan dan membuat kartu kredit abal-abal. FBI lantas mencatat alamat IP dan email yang berujung pada penangkapan.
Secara keseluruhan, FBI menemukan setidaknya 400.000 data kartu kredit telah diperjualbelikan secara ilegal. Dengan keberhasilan operasi ini maka kerugian nasabah bank sebesar US$205 juta atau hampir mencapai Rp2 triliun. Salah seorang tersangka, Mir Islam alias Josh The God diduga telah menjual 50.000 lembar informasi dari kartu kredit curiannya
Semua tersangka berusia antara 18 hingga 25 tahun dan beberapa di antara mereka terancam hukuman penjara 40 tahun atau lebih jika terbukti terlibat dalam konspirasi ilegal. Jaksa penuntut Amerika Serikat Preet Bhararasaid dalam pernyataan resminya mengatakan aparat hukum masih mengejar”Tersangka utama seorang ahli komputer yang berada di belakang kasus ini masih menjadi buruan aparat hukum,
Sumber : alkode.net

Hacker Iran Bobol Situs Voice of America

Situs VoA yang di-deface

Dedemit maya asal Iran dilaporkan telah berhasil menyusup dan melakukan aksi deface terhadap situs Voice of America (VoA). Pelaku dituding merupakan kaki tangan pemerintah Iran.
Iranian Cyber Army (ICA) — demikian para pelaku menamakan diri mereka — melakukan aksi usil tersebut pada Senin (21/2/2011) waktu Amerika Serikat. Aksi yang dilancarkan memang tak sampai merusak sistem situs VoA, namun cukup mengganggu lantaran mempermak tampilan corong informasi milik pemerintah AS tersebut.
Dikutip detikINET dari Washington Times, Rabu (23/2/2011), halaman muka situs yang beralamat di www.voanews.com tersebut ditempeli dengan gambar bendera Iran yang di sebelahnya ada senapan AK-47.
Kelompok tersebut juga meninggalkan pesan kepada Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton. “Do you want to hear the voice of oppressed nations will from heart of USA? Islamic world doesn’t believe USA trickery. We call on you to stop interfering in Islamic countries,” tulis ICA.
“We have proven that we can,” pungkasnya, dalam situs VoA yang dipermak tersebut.
VOA adalah siaran multimedia (radio, televisi dan internet) milik pemerintah AS yang menyiarkan beragam program dalam 53 bahasa sejak tahun 1942. Berpusat di Washington DC, VOA memiliki ratusan koresponden dan jaringan stringer yang tersebar di seluruh dunia. Adapun ICA merupakan kelompok peretas yang namanya sudah cukup terdengar gaungnya di kalangan underground. Aksi mereka yang terkenal adalah ketika membobol dan men-deface Twitter pada Desember 2009.
Kemudian pada Januari 2010, kelompok tersebut menyasar mesin pencari China, Baidu. ICA me-redirect pengguna yang ingin mengakses Baidu ke halaman yang memajang banner Iranian Cyber Army. 
Cukup banyak memang aksi usil kelompok tersebut. Bahkan pengamat keamanan cyber sampai mencurigai mereka sebagai bagian dari kaki tangan pemerintah Iran.
Sumber : DetikInet.

Iran Bentuk Unit Kepolisian Anti Cyber Crime

Ilustrasi

Iran secara resmi meluncurkan unit polisi cyber untuk melawan kejahatan di internet yang kini semakin merajalela.
Kepala polisi Esmaeil Ahmadi Moghaddam mengatakan bahwa unit polisi anti kejahatan cyber beroperasi di ibukota Tehran. Lalu setiap kantor polisi menyusul akan mendapatkan unit anti kejahatan cyber-nya masing-masing. Demikian seperti yang dikutip dari The Age, Selasa (25/1/2011).
Ahmad Moghaddam mengatakan bahwa unit anti kejahatan cyber akan mengejar kelompok-kelompok ant irevolusioner yang menggunakan situs jejaring sosial pada tahun 2009 yang memicu protes menentang pemilihan ulang dari presiden Mahmoud Ahmadinejad.
“Melalui situs jejaring sosial di negara kami, kelompok-kelompok anti revolusi melakukan koordinasi dengan negara lain dan memicu kerusuhan,” ujar Ahmad Moghaddam, menunjuk pada gerakan protes anti-Ahmadinejad yang memicu kerusuhan di Tehran, menyebabkan beberapa orang tewas.
Pendukung dari kandidat pesaing menggunakan internet dan situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter untuk menyadap informasi dan mengkoordinasikan protes menentang Ahmadinejad setelah pemilihan ulangnya.
Pemerintah Iran juga beberapa kali melakukan pemblokiran internet yang membuat akses internet cukup sulit di negara tersebut.

"Cyber Crime" di Indonesia Mengalami Peningkatan


Menurut perusahaan keamanan Symantec dalam Internet Security Threat Report yang dirilis tiap tahunnya. Dalam laporan ini dijelaskan beberapa ancaman terkini, varian virus, hingga beragam jenis serangan. Indonesia menempati peringkat 10 sebagai negara dengan aktivitas kejahatan cyber terbanyak sepanjang tahun 2011.
Di Indonesia sendiri pergerakan virus mungkin sudah masuk ke tingkat yang patut diwaspadai dengan menyumbang 2,4% kejahatan cyber di dunia Ini termasuk pertumbuhan virus, serangan cyber, hingga malicious code yang mencurigakan. Hal ini tak lain disebabkan oleh terus meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia. Terlebih, Indonesia masuk lima besar pengguna jejaring sosial terbanyak di dunia.
Berdasarkan penelitian Symantec, Indonesia juga tercatat menempati peringkat 6 di dunia untuk kategori program jahatspam zombie. Padahal pada 2010 lalu, Indonesia masih menempati peringkat 28 untuk spam zombie yang mengendalikan sebuah nomor telepon seluler di smartphone untuk menyebarkan SMS premium, demi mendapatkan keuntungan finansial. Sementara untuk kasus pencurian data dan informasi, Indonesia bercokol di posisi 27 setelah tahun 2010 lalu menempati urutan 30.
Sumber : http://www.alkode.net

Perkembangan Cyber Crime di Indonesia


Kebutuhan dan penggunaan akan teknologi informasi yang diaplikasikan dengan Internet dalam segala bidang seperti e-banking, ecommerce,e-government, e-education dan banyak lagi telah menjadi sesuatu yang lumrah. Bahkan apabila masyarakat terutama yang hidup di kota besar tidak bersentuhan dengan persoalan teknologi informasi dapat dipandang terbelakang atau ”GAPTEK”. Internet telah menciptakan dunia baru yang dinamakan cyberspace yaitu sebuah dunia komunikasi berbasis komputer yang menawarkan realitas yang baru berbentuk virtual (tidak langsung dan tidak nyata). Walaupun dilakukan secara virtual, kita dapat merasa seolah-olah ada di tempat tersebut dan melakukan hal-hal yang dilakukan secara nyata, misalnya bertransaksi, berdiskusi dan banyak lagi.

Perkembangan Internet yang semakin hari semakin meningkat baik teknologi dan penggunaannya, membawa banyak dampak baik positif maupun negatif. Tentunya untuk yang bersifat positif kita semua harus mensyukurinya karena banyak manfaat dan kemudahan yang didapat dari teknologi ini, misalnya kita dapat melakukan transaksi perbankan kapan saja dengan e-banking, e-commerce juga membuat kita mudah melakukan pembelian maupun penjualan suatu barang tanpa mengenal tempat. Mencari referensi atau informasi mengenai ilmu pengetahuan juga bukan hal yang sulit dengan adanya e-library dan banyak lagi kemudahan yang didapatkan dengan perkembangan Internet. Tentunya, tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi Internet membawa dampak negatif yang tidak kalah banyak dengan manfaat yang ada. Internet membuat kejahatan yang semula bersifat konvensional seperti pengancaman, pencurian dan penipuan kini dapat dilakukan dengan menggunakan media komputer secara online dengan risiko tertangkap yang sangat kecil oleh individu maupun kelompok dengan akibat kerugian yang lebih besar baik untuk masyarakat maupun negara disamping menimbulkan kejahatan-kejahatan baru.

Banyaknya dampak negatif yang timbul dan berkembang, membuat suatu paradigma bahwa tidak ada komputer yang aman kecuali dipendam dalam tanah sedalam 100 meter dan tidak memiliki hubungan apapun juga. David Logic berpendapat tentang Internet yang diibaratkan kehidupan jaman cowboy tanpa kepastian hukum.

Seperti seorang hacker dapat masuk ke dalam suatu sistem jaringan perbankan untuk mencuri informasi nasabah yang terdapat di dalam server mengenai data base rekening bank tersebut, karena dengan adanya e-banking jaringan tersebut dapat dikatakan terbuka serta dapat diakses oleh siapa saja. Kalaupun pencurian data yang dilakukan sering tidak dapat dibuktikan secara kasat mata karena tidak ada data yang hilang tetapi dapat diketahui telah diakses secara illegal dari sistem yang dijalankan. Tidak kurang menghebohkannya adalah beredarnya gambar-gambar porno hubungan seksual/pornografi, Gambar-gambar tersebut beredar secara luas di Internet baik melalui e-mail maupun dalam tampilan website yang dapat disaksikan oleh siapa saja secara bebas. 

Pengungkapan kejahatan ini masih sangat kecil sekali, dikarenakan banyak kendala dan hambatan yang dihadapi dalam upaya pengungkapannya. Saat ini, bagi mereka yang senang akan perjudian dapat juga melakukannya dari rumah atau kantor hanya dengan mengakses situs www.indobetonline.com atau www.tebaknomor.com dan banyak lagi situs sejenis yang menyediakan fasilitas tersebut dan memanfaatkan fasilitas Internet banking untuk pembayarannya. E-commerce tidak sedikit membuka peluang bagi terjadinya tindak pidana penipuan, seperti yang dilakukan oleh sekelompok pemuda di Medan yang memasang iklan di salah satu website terkenal “Yahoo” dengan seolah - olah menjual mobil mewah Ferrary dan Lamborghini dengan harga murah sehingga menarik minat seorang pembeli dari Kuwait. Perbuatan tersebut dapat dilakukan tanpa adanya hubungan terlebih dahulu antara penjual dan pembeli, padahal biasanya untuk kasus penipuan terdapat hubungan antara korban atau tersangka. 

Dunia perbankan melalui Internet (ebanking) Indonesia, dikejutkan oleh ulah seseorang bernama Steven Haryanto, seorang hacker dan jurnalis pada majalah Master Web. Lelaki asal Bandung ini dengan sengaja membuat situs asli tapi palsu layanan Internet banking Bank Central Asia, (BCA). Steven membeli domain-domain dengan nama mirip www.klikbca.com (situs asli Internet banking BCA), yaitu domain wwwklik-bca.com, kilkbca.com, clikbca.com, klickca.com. dan klikbac.com. Isi situs-situs plesetan inipun nyaris sama, kecuali tidak adanya security untuk bertransaksi dan adanya formulir akses (login form) palsu. Jika nasabah BCA salah mengetik situs BCA asli maka nasabah tersebut masuk perangkap situs plesetan yang dibuat oleh Steven sehingga identitas pengguna (user id) dan nomor identitas personal (PIN) dapat di ketahuinya. Diperkirakan, 130 nasabah BCA tercuri datanya. Menurut pengakuan Steven pada situs bagi para webmaster di Indonesia, www.webmaster.or.id, tujuan membuat situs plesetan adalah agar publik menjadi lebih berhati – hati dan tidak ceroboh saat melakukan pengetikan alamat situs (typo site), bukan untuk mengeruk keuntungan. 

Menurut perusahaan Security Clear Commerce di Texas USA, saat ini Indonesia menduduki peringkat ke 2 setelah Ukraina dalam hal kejahatan Carding dengan memanfaatkan teknologi informasi (Internet) yaitu menggunakan nomor kartu kredit orang lain untuk melakukan pemesanan barang secara online. Komunikasi awalnya dibangun melalui e-mail untuk menanyakan kondisi barang dan melakukan transaksi. Setelah terjadi kesepakatan, pelaku memberikan nomor kartu kreditnya dan penjual mengirimkan barangnya, cara ini relatif aman bagi pelaku karena penjual biasanya membutuhkan 3 –5 hari untuk melakukan kliring atau pencairan dana sehingga pada saat penjual mengetahui bahwa nomor kartu kredit tersebut bukan milik pelaku barang sudah terlanjur terkirim.

Selain carding, masih banyak lagi kejahatan yang memanfaatkan Internet. Tentunya masih hangat dalam pikiran kita saat seorang hacker bernama Dani Hermansyah, pada tanggal 17 April 2004 melakukan deface dengan mengubah nama - nama partai yang ada dengan nama- nama buah dalam website www.kpu.go.id, yang mengakibatkan berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap Pemilu yang sedang berlangsung pada saat itu. Dikhawatirkan, selain nama – nama partai yang diubah bukan tidak mungkin angka-angka jumlah pemilih yang masuk di sana menjadi tidak aman dan dapat diubah, padahal dana yang dikeluarkan untuk sistem teknologi informasi yang digunakan oleh KPU sangat besar sekali. Untung sekali bahwa apa yang dilakukan oleh Dani tersebut tidak dilakukan dengan motif politik, melainkan hanya sekedar menguji suatu sistem keamanan yang biasa dilakukan oleh kalangan underground (istilah bagi dunia Hacker). Terbukti setelah melakukan hal tersebut, Dani memberitahukan apa yang telah dilakukannya kepada hacker lain melalui chat room IRC khusus Hacker sehingga akhirnya tertangkap oleh penyidik dari Polda Metro Jaya yang telah melakukan monitoring di chat room tersebut. Deface disini berarti mengubah atau mengganti tampilan suatu website. Pada umumnya, deface menggunakan teknik Structured Query Language (SQL) Injection. Teknik ini dianggap sebagai teknik tantangan utama bagi seorang hacker untuk menembus jaringan karena setiap jaringan mempunyai sistem keamanan yang berbeda-beda serta menunjukkan sejauh mana kemampuan operator jaringan, sehingga apabila seorang hacker dapat masuk ke dalam jaringan tersebut dapat dikatakan kemampuan hacker lebih tinggi dari operator jaringan yang dimasuki. 

Kelemahan admin dari suatu website juga terjadi pada penyerangan terhadap website www.golkar.or.id milik Partai Golkar. Serangan terjadi hingga 1577 kali melalui jalan yang sama tanpa adanya upaya menutup celah tersebut disamping kemampuan Hacker yang lebih tinggi, dalam hal ini teknik yang digunakan oleh Hacker adalah PHP Injection dan mengganti tampilan muka website dengan gambar wanita sexy serta gorilla putih sedang tersenyum.

Teknik lain adalah yang memanfaatkan celah sistem keamanan server alias hole Cross Server Scripting (XXS) yang ada pada suatu situs. XXS adalah kelemahan aplikasi di server yang memungkinkan user atau pengguna menyisipkan baris-baris perintah lainnya. Biasanya perintah yang disisipkan adalah Javascript sebagai jebakan, sehingga pembuat hole bisa mendapatkan informasi data pengunjung lain yang berinteraksi di situs tersebut. Makin terkenal sebuah website yang mereka deface, makin tinggi rasa kebanggaan yang didapat. Teknik ini pulalah yang menjadi andalan saat terjadi cyberwar antara hacker Indonesia dan hacker Malaysia, yakni perang di dunia maya yang identik dengan perusakan website pihak lawan. Menurut Deris Setiawan, terjadinya serangan ataupun penyusupan ke suatu jaringan komputer biasanya disebabkan karena administrator (orang yang mengurus jaringan) seringkali terlambat melakukan patching security (instalasi program perbaikan yang berkaitan dengan keamanan suatu sistem). Hal ini mungkin saja disebabkan karena banyaknya komputer atau server yang harus ditanganinya. 

Dengan demikian maka terlihat bahwa kejahatan ini tidak mengenal batas wilayah (borderless) serta waktu kejadian karena korban dan pelaku sering berada di negara yang berbeda. Semua aksi itu dapat dilakukan hanya dari depan komputer yang memiliki akses Internet tanpa takut diketahui oleh orang lain/saksi mata, sehingga kejahatan ini termasuk dalam Transnational Crime/kejahatan antar negara yang pengungkapannya sering melibatkan penegak hukum lebih dari satu negara. 

Mencermati hal tersebut dapatlah disepakati bahwa kejahatan IT/Cybercrime memiliki karakter yang berbeda dengan tindak pidana umum baik dari segi pelaku, korban, modus operandi dan tempat kejadian perkara sehingga butuh penanganan dan pengaturan khusus di luar KUHP. Perkembangan teknologi informasi yang demikian pesatnya haruslah di antisipasi dengan hukum yang mengaturnya dimana kepolisian merupakan lembaga aparat penegak hukum yang memegang peranan penting didalam penegakan hukum, sebab tanpa adanya hukum yang mengatur dan lembaga yang menegakkan maka dapat menimbulkan kekacauan didalam perkembangannya. Dampak negatif tersebut menimbulkan suatu kejahatan yang dikenal dengan nama “CYBERCRIME” yang tentunya harus diantisipasi dan ditanggulangi. Dalam hal ini Polri sebagai aparat penegak hukum telah menyiapkan unit khusus untuk menangani kejahatan cyber ini yaitu UNIT V IT/CYBERCRIME Direktorat II Ekonomi Khusus Bareskrim Polri.
Sumber : http://www.ubb.ac.id

5 Hacker Wanita Paling Eksis di Dunia


Hacking, dunia bawah tanah keras nan unik. Kebanyakan ahli-ahli dalam bidang hacking didominasi oleh kalangan pria. Tapi, siapa sangka ternyata wanita juga banyak ambil bagian dalam dunia ini. Kemampuan serta kiprahnya pun tidak kalah dengan kaum adam. Berikut ini bahasan 5 Hacker Wanita Paling eksis di Dunia.
1. Ying Cracker
ying Cracker, seorang pengajar dari shanghai Cina. Dia mengajar tentang panduan dasar proses hacking, cara merubah IP address atau memanipulasi password kantor!

Dia juga ahli dalam membuat software hacker. Dalam sebuah forum yang berjudul Chinese Hottie Hackers, namanya banyak dibahas dan itu membuat popularitasnya semakin menanjak. Dalam forum tersebut juga dia mempunyai anggota fans yang cukup banyak. Disitulah awal kredibilitasnya melambung.

2. Xiao Tian
Teringat dengan kata hacker, biasanya yang terlintas di bayangan adalah seorang kutu buku dengan kaca mata tebal dengan gaya hidup yang acak-acakan. Tapi tidak berlaku untuk Xiao Tian. Dia adalah seorang hacker yang modis.Penampilan dan gaya hidupnya begitu rapi, dinamis bahkan terkesan feminim.
ia juga tertarik sekali dengan dunia fashion, khususnya sepatu. Dalam blog nya dia sering berbagi cerita tentang tempat-tempat yang pernah dia datangi. Itulah alasan mengapa Xiao memiliki banyak fans dan followers di dunia, khususnya para pria.
Xiao Tian, mulai dikenal sejak umur 19 tahun. Setelah membentuk China Girl Security Team, salah satu kelompok hacker khusus wanita terbesar di china. Kiprahnya dalam dunia hacking juga tidak diragukan lagi. Raksasa search engine nomor satu di dunia, Google pun pernah merasakan serangan hebat dari Tian beserta timnya. Xiao Tian melakukan serangan canggih terhadap sistem infrastruktur google china. Bahkan, google akhirnya tidak tahan dan memilih untuk menarik semua layanan operasionalnya di China akibat hantaman hacker yang bertubi-tubi tersebut.
3. Joanna Rutkowska
Joanna Rutkowska adalah seorang wanita polandia yang tertarik dengan dunia hacking security. Namanya pertama kali dikenal setelah konferensi Black Hat Briefings di Las Vegas, agustus 2006. Dimana saat itu Rutkowska mempresentasikan proses serangan yang telah dia lakukan terhadap sistem keamanan windows vista. Tidak hanya itu, Rutkowska juga pernah menyerang Trusted Execution Technology dan System Management Mode milik Intel.
Awal 2007 dia membentuk Invisible Things Lab di Warsawa, Polandia. Sebuah perusahaan yang berfokus terhadap research keamanan OS juga VMM serta layanan konsultasi keamanan internet. Tahun 2010 juga Rutkowska bersama Rafal Wojtczuk membentuk Qubes, sebuah Operating System yang sangat full protect security. Rutkowska juga pernah memberikan saran terbuka untuk Vice President of Microsoft Security Technology Unit untuk lebih memperketat sistem keamanan dalam windows vista. Waw, Rutkowska memang seorang hacker yang sangat welcome untuk diajak bekerjasama.
4. Kristina Svechinskaya
Kristina Svechinskaya adalah seorang mahasiswi New York University yang ditahan pada 2 november 2010 lalu karena telah membobol jutaan dollar dari beberapa bank di Inggris dan Amerika. Bersama 9 orang lainya, Svechinskaya meng-hack ribuan rekening bank dan diperkirakan total fresh money yang telah digasaknya itu sekitar 3 juta dollar.
Svechinskaya beserta tim awalnya menargetkan jumlah uang yang dicurinya adalah sekitar 220 juta dollar. Svechinskaya menggunakan Zeus Trojan Horse untuk menyerang ribuan rekening bank. Dia memiliki setidaknya 5 rekening bank dunia untuk mencairkan dananya. Dalam aksinya itu, Svechinskaya juga melakukan pemalsuan paspor dan untuk itu total dia dituntut hukuman 40 tahun penjara bila terbukti bersalah. Seperti dilihat di gambar, bra yang digunakan gadis cantik ini terbuat dari berlian. Svechinskaya juga mendapat julukan sebagai hacker terseksi di dunia. Ya, karena memang tampilan wajah, tatapan mata dan gaya berbusana Svechinskaya bisa membuat orang-orang tak berkedip.
5. Raven Adler
Di urutan terakhir, kita punya Raven Adler. Seorang wanita berpenampilan gothic yang tertarik dengan dunia internet, khususnya dunia hacking. Raven adalah wanita pertama yang pernah hadir dalam konferensi hacker DefCon. Perhatian konferens tentu saja tertuju penuh untuknya. Tapi dia mengaku tidak ingin memanfaatkan gender nya sebagai wanita untuk mendongkrak kredibilitasnya sebagai hacker. Dalam banyak kesempatan pula, dia tidak begitu senang dipanggil dengan sebutan ‘Hacker Wanita’. Dia lebih senang dipandang karena skill nya, bukan karena posisinya yang spesial sebagai seorang wanita.
Saat ini dia aktif mendesign, menguji dan mengaudit sistem detektor keamanan untuk berbagai agen-agen federal besar. Selain itu, di sela-sela kesibukanya dia juga telaten mempelajari ilmu beladiri Ryu Shorin Matsumura.

 






lt;script type="text/javascript">